Ini tentangku, tentangmu, dan tentang mereka.... Tetes-tetes hujan di setiap sisa ujung hari sengaja aku tampung pada sebuah cawan di sini. Kelak ketika aku, kau, atau kalian lupa, kita bisa menengok dan berkaca pada pantulan air di secawan tetes hujan ini.
Yang mau nyari fan fiction, bisa klik label "fan fiction" sebelah kanan, yak.... ^_^
Any comments are welcomed.

Rabu, 13 Agustus 2014

Lebaran 2014




Lebaran ini sedikit berbeda dari biasanya. Mari dimulai dengan cerita seperti apa lebaran biasanya. 

Biasanya, ketika lebaran, kami sekeluarga pergi sholat ied ke Manahan Solo. Sudah menjadi kebiasaan sejak kecil, bahkan sebelum aku lahir, keluarga besar dari kakek biasanya sholat ied ke Manahan, Solo. Mungkin hanya beberapa lebaran yang bisa dihitung jari saja kami sholat ied di kampung.

Biasanya, bapak akan menyetir mobil untuk keluarga, pagi-pagi berangkat ke Manahan, jam 6 pagi. Paling tidak, subuh kami harus sudah siap-siap.

Atau, biasanya, ketika mobil dijual alias kami sedang tidak punya mobil, kami ikut pakdhe yang punya mobil untuk berangkat bersama-sama sekeluarga besar. Kalau tidak Pakdhe Joko, ya Pakdhe Agus, Om Muh, atau Om Edi.

Biasanya, ketika kami kembali punya mobil dan sedang ada kendala untuk menggunakan mobil, misalnya, mobil sedang macet, kembali cara nebeng diandalkan. Ya nebeng berangkat sama pakdhe atau om.

Nah, sekarang ke lebaran kali ini, yang tidak dari biasanya. 

Lebaran kali ini, sebenarnya ada mobil. Tapi, mobil sudah direnovasi bapak buat angkut-angkut besi. Jadi, bisa dibayangkan, seperti apa mobil van yang berubah fungsi menjadi mobil pengangkut besi. Bagian belakang sudah tidak ada penutupnya lagi.

Nah, maka, atas usul ibu, kami berangkat ke Manahan Solo dengan motor. Yay! Kami berangkat berempat pakai motor. Bapak memboncengkan Ilham. Aku memboncengkan ibu. Kami malah seperti jalan-jalan motoran.

Setelah itu, seperti biasa, kami langsung ke Potronayan Boyolali ke rumah keluarga besar dari ibu. Agendanya pun seperti tahun-tahun sebelumnya. Di rumah Budhe Anwar, aku dan sepupu-sepupu buat es buah. Lalu ke Budhe Rukinah, ada soto yang setiap tahun selalu kami rindukan.

Sowan ke Pakdhe Ikhsan juga. Ada lontong opor ayamnya budhe. Ketemu Mas Yudin, yang dulu jadi guru olahraga SMA aku. Dia kan sepupuku.

Semua seperti biasa, hanya saja, perjalanan kali ini yang bebeda. Motoran berempat, menikmati sawah-sawah dengan speed pelan. Kadang bercanda, saling salip-menyalip ketika jalan sepi....

Semua begitu indah dengan kebersamaan ini.

Oh iya, ada satu lagi yang beda selain perjalanan. Yaitu, nganter-nganter parcel ke keluarga besar ibu. Kalau biasanya ibu buat kue lalu aku yang menghiasnya dengan krim putih serta cokelat, kali ini ibu tidak mau repot-repot. Cukup beli aneka biskuit, gula, teh, sirup, dan susu. 

Kalau biasanya dianter pas hari lebaran sepulang sholat ied, kali ini aku dan Ilham yang nganter beberapa hari sebelum lebaran.

Ah iya, satu lagi. Kali ini kami telat datang sholat ied. Sholat sudah dimulai, kami baru masuk parkiran Manahan. Baru kali ini kami terlambat setelah sekian belas tahun. Akhirnya, kami ikut sholat ied putaran kedua bersama satgas dan penjaga keamanan. Beberapa yang telat juga ikut sholat putaran kedua.



 Sholat bersama satgas. Aku dan ibu ada di shaf kedua putri.


 Ninggalin anak, asyik jalan berdua.


 Lihat saja Ilham, sebelah kiri itu. Kayak anak nggak dianggep. Ha ha ha....


 Tapi romantis.... :3


 Aduh, dhek.... Senyum kamu yang tersipu-sipu ini bikin gemes pengen tak tendang.


 Es buah, seperti tahun-tahun kemarin.


 Aku dan sepupu-sepupu yang masih single. Yang lain banyak, udah nikah tapi. Yang perempuan tinggal kami berempat dan beberapa diluar foto. Yang laki-laki, ada juga sih....
Mbak Farida (yang pakai baju biru itu), nggunain kulit melon jadi mangkuk.
-___-"





Yogyakarta, 13 Agustus 2014
08.01 WIB 
(Kamar nomor 5, aspi JogjaJe)





Senin, 11 Agustus 2014

Fan Fiction List



Beberapa teman kirim inbox ke facebook, tanya link fan fiction buatanku. Karena teman-teman kesusahan cari fan fiction yang sudah terkubur dan ditimpuk posting-posting baru, maka, aku bikin posting ini yang isinya list fan fiction. Semoga nggak bingung cari-cari lagi yak.... Tinggal klik label "fan fiction" di sebelah kanan, nanti nemu list ini kok.

Kalo ada yang baru, insya Allah aku update list ini.

Sekali lagi, maaf nggak update fan fiction. Ada yang nggak dilanjut pula. Maaf, penulisnya lagi sibuk nulis skripsi. Keburu tua ntar. Ha ha.... :v

Douzo!



One Shot
1. Perang Besar
2. One Night in London
3. A Series of Playgroup Stories
4. Ticking Time
5. Rain Dance


Novelet
1. A Word You Can't Hear
2. Three Hundreds Years for Being a Kitsune



Novel
Tears and Smile (Season 1)
Tears and Smile (Season 2)




Last modified: 11 Agustus 2014




Skripsi?



Heloh....

Mikir skripsi.

Dari kemarin skripsi terus yang di pikiran.

Apalagi bayangan Mr. Agus selalu datang tiada henti, sambil melambai-lambai dan tersenyum penuh pesona.

Aaak.... Mr. Agus, maaf lama tak berjumpa.
Saya akan segera menemui anda untuk menyerahkan BAB I, II, dan III.




Yogyakarta, 11 Agustus 2014
10.21 WIB
(Meja perpustakaan pusat, UNY. Malah online. Wkwkwk....)



Sabtu, 12 Juli 2014

Untuk Adik



 


Untuk adikku yang sudah mulai beranjak dewasa, sebelumnya, selamat atas kelulusanmu dengan nilai yang... yah, lumayan, meskipun aku yakin kau bisa lebih dari itu. Selamat juga atas diterimanya dirimu sebagai siswa SMA Negeri 1 Gemolong, sekolahku dulu. Jadi, kita bakal jadi satu alumni dari sana. Bertiga, sama ibu.
Banyak orang yang mengatakan kalau masa SMA adalah masa-masa terindah. Well, aku akui itu. Aku punya banyak cerita konyol, haru, mendebarkan, sekaligus menjengkelkan di sana, di sekolah yang kelak akan kau tempati selama tiga tahun ke depan.
Masa SMA adalah masa pematangan prinsip diri. Kau tahu itu? Kalau masa SMP adalah masa pencarian jati diri, maka, masa SMA adalah masa pematangannya. Ibarat waktu SMP kau mencari bahan baku bangunan, maka, SMA adalah waktu kau harus mulai membangunnya, mengokohkannya, menjadi bangunan tinggi seperti keinginanmu. Mau menjadi seperti apa bangunan itu, semua tergantung bagaimana kau membangunnya.
Apakah menjadi bangunan megah tapi rapuh jika badai datang?
Apakah menjadi bangunan tak menarik tapi kokoh luar biasa?
Atau menjadi bangunan megah dan tetap kokoh ketika badai datang?
Semuanya, tergantung bagaimana kau membangunnya.
SMA, bukanlah waktu untuk bersenang-senang saja. Kau boleh bersenang-senang, tapi kau juga harus ingat bahwa masa SMA bisa berakhir cepat tanpa kau sadari. Mungkin, suatu hari, kau menyadari bahwa kau sudah lulus dari sana dan kau belum melakukan apa-apa yang bisa kau pakai untuk bekal. Kau belum melakukan apa-apa yang berarti padahal kau sudah lulus SMA.
SMA itu sungguh begitu cepat berlalu. Kau tidak bisa membuang masa itu percuma. Selama kau bisa merencanakan masa depanmu dan akan menjadi apa, kau boleh lakukan sesukamu, mengembangkan hobi dan bakatmu, berteman dengan banyak orang, melakukan hal-hal konyol, tertawa sampai perutmu sakit karena banyolan temanmu, atau bahkan jatuh cinta.
See?
Jatuh cinta. Kita sebagai manusia tak bisa lari dari jatuh cinta. Dulu, aku juga mengalaminya. Aku pernah jatuh cinta. Em, okelah, mungkin itu bukan cinta. Entahlah, jatuh cinta atau bukan, aku tidak tahu. Tapi supaya gampang membicarakannya denganmu, kita sebut saja itu jatuh cinta, meskipun itu hanya sekedar suka atau sayang.
Adikku, aku tidak akan heran atau melarang ketika kau mulai jatuh cinta. Cinta adalah hak setiap orang, kan? Aku tidak mungkin merampas hakmu untuk jatuh cinta. Kau boleh jatuh cinta, seperti halnya dulu aku juga jatuh cinta kepada seseorang.
Tapi, tahukah kau bahwa cinta tak sesimpel kelihatannya?
Cinta terlalu agung untuk ditebar ke mana-mana, kan? Seperti yang sudah kita bicarakan kemarin-kemarin, cinta terlalu agung untuk diumbar ke mana-mana.
Jika kau jatuh cinta, jatuh cintalah pada seseorang yang bisa membuatmu lebih baik, bukan malah semakin rusak. Cinta terlalu agung untuk hal-hal yang merusak. Kau tentu tak mau rusak, kan? Perempuan yang merusakmu, kau tidak akan pernah baik jika bersamanya.
Perempuan tukang merayu, jauhilah perempuan macam itu. Jauhilah perempuan yang suka mengumbar kata-kata manisnya. Itu artinya dia tak bisa mengendalikan dirinya. Bagaimana dia bisa mengendalikan hatimu dengan baik kalau dia saja tidak bisa mengendalikan bibirnya sendiri untuk tidak merayumu? Rayuan adalah hal mematikan untuk seorang perempuan terhormat. Perempuan terhormat tidak akan merayu laki-laki. Itu sama saja mengobral harga dirinya. Kau tentu tidak mau jatuh cinta dengan perempuan yang tidak berharga diri, kan? Kau tidak tahu, apakah dia juga merayu laki-laki lain selain dirimu atau tidak. Perempuan yang mudah merayumu, besar kemungkinan dia mudah merayu laki-laki lain juga, kan? Pikirkan itu.
Perempuan tukang meminta, jauhilah perempuan macam itu. Belum jadi istri saja sudah berani meminta hartamu, bagaimana kau bisa yakin dia baik untuk masa depanmu dan bisa menjaga hartamu kelak? Minta dibelikan pulsa? Hei, perempuan yang mempunyai pride dan menjunjung kehormatannya tak akan mau meminta-minta hal seperti itu kepada laki-laki. Apalagi dibarengi kata-kata manis.
Sayang, beliin pulsa dong.
Mas, kalau tetep mau sms sama aku, beliin pulsa ya.
Kakak ganteng, pulsa adhek habis nih.
Paling geli melihatmu diperlakukan seperti itu. Itu menunjukkan dia tak mandiri, kan? Aku tak mau kau dimanfaatkan seperti bank uang. Kau bukan bank uang yang bisa dihubungi kalau sedang butuh uang. Jangan pernah bermain uang dengan yang namanya perempuan. Entah itu membelikan pulsa atau perhiasan dan aksesoris. Jangan pernah! Jangan pernah sampai Allah memperbolehkanmu atas itu.
Kau tahu bagaimana perasaanku ketika ada laki-laki yang memberiku barang-barang? Jujur, aku bingung mau bagaimana dan harus bilang apa selain ucapan terima kasih. Sekarang, dik, coba bayangkan kakakmu ini berada di posisi peminta-minta. Bagaimana tanggapanmu kalau kakakmu ini minta-minta dibelikan pulsa oleh laki-laki? Bagaimana tanggapanmu terhadapku ketika melihat kakakmu ini merayu laki-laki? Apa yang kau pikirkan? Jijik padaku? Bagaimana perasaanmu ketika aku bebas berboncengan dengan banyak laki-laki, atau bersalaman, atau saling bercanda kelewatan batas, atau malah memanggil sayang-sayangan? Atau malah berdua-duaan di tempat sepi?
Bagaimana perasaanmu?
Kau pernah menjawab, “Terserah.” ketika aku tanyakan itu kemarin. Dan kau tahu apa yang aku rasakan? Aku merasa kau membiarkanku masuk neraka dan tak peduli padaku. Jujur, aku sedih menyadari kau tidak peduli padaku dan dengan simpelnya menjawab, “Terserah.”
Jadi, kau akan membiarkanku masuk neraka?
Aku menyayangimu, karena itu, aku tetap kukuh menggenggammu untuk tidak keluar dari jalur Allah. Aku tidak ingin kau membuat Allah murka. Ingat, dik. Dia Maha Kuasa, Dia bisa melakukan apa saja, bahkan menghancurkan kita hanya dalam kedipan mata.
See?
Aku tidak akan pernah membiarkanmu keluar dari jalur Allah. Tidak akan pernah. Jadi, jangan pernah mencoba-coba keluar jalur-Nya. Karena aku menyayangimu.
Kembali ke topik bahasan cinta. Bukalah matamu lebar-lebar. Perempuan yang gampang merayu, atau yang suka minta dibeliin ini itu, atau yang membuka aurat, atau yang tidak bisa menjaga hatinya sendiri, atau yang mudah disentuh banyak laki-laki, apakah kira-kira bisa menjagamu dengan baik? Apakah kira-kira bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak? Apa kira-kira bisa menjadi partner yang baik menuju surga?
Oh, oke, terlalu jauh membicarakan anak denganmu. Kamu saja belum bisa pipis lurus. Plis, deh.... -____-“
Perempuan yang menjaga hatinya dengan sangat rapat, menutup auratnya sehingga tak semua laki-laki bebas menyentuhnya (ingat, menutup aurat, bukan membalut aurat), perempuan yang menghindari laki-laki penggoda, perempuan yang teguh dengan imannya, bukankah itu sebaik-baik perempuan?
Jika kau jatuh cinta, carilah perempuan yang seperti itu. carilah perempuan yang menolakmu untuk pacaran, carilah perempuan yang marah ketika kau menggodanya, carilah perempuan yang menolak semua pemberianmu, carilah perempuan yang bahkan tidak mau kau sentuh, carilah perempuan yang tidak mau kau ajak berdua-duaan di tempat sepi, carilah perempuan yang akan marah ketika kau membuat murka Allah, carilah perempuan yang senantiasa mengingatkanmu ketika kau melangkah di jalan yang tak diridhoi Allah.... Bukankah itu sebaik-baik perempuan?
Sungguh, Allah akan menjaga setiap hati yang saling jatuh cinta karena-Nya. Saling mencintai dalam diam tanpa perlu mengumbarnya, yang menjaga hawa nafsu meskipun rindu begitu menyiksa, yang saling mendoakan untuk dipertemukan Allah di dalam naungannya di setiap sujud panjang.

“Laki-laki baik hanyalah untuk perempuan baik. Laki-laki kafir hanyalah untuk perempuan kafir.”

Itu adalah firman Allah yang tiada secuil keraguanpun di dalamnya. Laa roiba fii hi, hudallilmuttaqiin. Tak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang beriman. Jika kau menghendaki perempuan baik, maka, perbaikilah dirimu. Pantaskanlah dirimu untuk bersanding dengan perempuan baik. Coba kau pikir, apa mungkin perempuan yang sholihah mau menikah dengan laki-laki yang bahkan tidak bisa menjaga dirinya sendiri?
Aku tahu, kau akan sangat tersiksa karena memendam cinta. Tapi, jika siksa itu untuk membuatmu lebih mulia di hadapan Allah, kenapa tidak? Bukankah itu lebih ringan dibanding siksa neraka yang dijanjikan Allah untuk para pembangkang ayat-ayat-Nya?
Carilah seorang perempuan, yang tak akan pernah merusakmu.
Yang tak akan pernah memintamu pacaran.
Yang tak akan pernah menyentuhmu sebelum halal.
Yang tak akan pernah mengumbar rayuan murahan demi debar sesaat.
Yang tak akan pernah mengiyakan berduaan.
Yang tak mau menjadi bekas atau mantan orang lain.
Yang tak mau menjadi piala bergilir laki-laki, putus nyambung putus nyambung....
Adik, aku sudah mengalami banyak sekali luka karena cinta. Bagaimana aku mati-matian memendamnya, bagaimana aku mati-matian membunuh bayangannya, bagaimana aku menangis di setiap sujud kepada-Nya, semua itu aku lakukan karena cintaku kepada Allah.
Yakinlah, dik. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba yang mengutamakan cinta kepada-Nya dibanding kepada makhluknya. Kelak, tiba suatu hari, kau akan menemukan perempuan yang tepat untuk mendampingimu, di bawah ridho Allah, tanpa membuat Allah murka. Tak ada gunanya kau punya pacar kalau kau hanya jadi bekas atau membekasi hati orang lain.
Laki-laki baik tak akan mau merusak kehormatan seorang perempuan sholihah. Kan? Kau boleh bergaul dengan siapapun. Syari'at tak akan menghalangimu bergaul dengan siapapun. Seperti aku, aku tak pernah merasa tersingkir atau menjauh dari komunitas hanya karena aku tak pernah bersentuhan dengan non muhrim. Aku tetap bergaul bersama mereka, dan mereka menerimaku. Tinggal bagaimana kita bersikap.
Jangan pernah sekali-kali membuat Allah murka karena cintamu kepada seorang perempuan. Jangan pernah! Karena Allah bisa mengambilnya kapan saja dan di mana saja. Utamakan cinta Allah, maka kau akan menemukan cinta yang benar-benar cinta.

Entah, tulisan ini sampai padamu atau tidak. Kau tak pernah membuka-buka blog ini. Bahkan, kau pun tak tahu kalau aku punya blog.



Dari seorang kakak, yang sangat mengkhawatirkan adik laki-lakinya.
Mbak Rachma <3


Gemolong, 8 Juli 2014
17.48 WIB




Selasa, 17 Juni 2014

Waiting Time




Sudah lebih dari satu jam lalu aku ada di stasiun Solo Balapan, menunggu kereta yang akan berangkat 13.30 nanti.

Hoaaaheeem.....

Ngantuk, sih.... Tapi untung ada wi-fi gratisan dari stasiun. Kecepatan super pula. Ha ha ha.... Download time! :D



Dapat dua film hasil download dan beberapa video kecil-kecil. Lagian juga tadi ketemu sama Ima, adek sekontrakan alias seasrama, ketemu di bus Raka Makmur. Akhirnya kita berangkat bareng. Ini dia ada di sampingku.

Oh ya, ada shooting film, loh! Itu ada banyak kru film di setiap sudut stasiun. Bahkan Ima katanya pernah liat wajah beberapa orang di antara mereka. kayak artis gitu. Tendangan si Madun?
Entahlah, aku tidak begitu mengenal artis-artis. Iya aja lah.... Whatever, I don't care.

Masih setengah jam lagi kereta akan berangkat je Jogja. Sibuk nulis, biar bosannya hilang.

Oke, sampai sini dulu laporannya. mau lanjut browsing dan download video. Ha ha ha!

Fatyana Rachma Saputri, melaporkan dari Stasiun Solo Balapan.
Terima kasih.



Solo Balapan, 17 Juni 2014
13.15 WIB (jam laptop)