Sabtu, 12 Juli 2014

Untuk Adik



 


Untuk adikku yang sudah mulai beranjak dewasa, sebelumnya, selamat atas kelulusanmu dengan nilai yang... yah, lumayan, meskipun aku yakin kau bisa lebih dari itu. Selamat juga atas diterimanya dirimu sebagai siswa SMA Negeri 1 Gemolong, sekolahku dulu. Jadi, kita bakal jadi satu alumni dari sana. Bertiga, sama ibu.
Banyak orang yang mengatakan kalau masa SMA adalah masa-masa terindah. Well, aku akui itu. Aku punya banyak cerita konyol, haru, mendebarkan, sekaligus menjengkelkan di sana, di sekolah yang kelak akan kau tempati selama tiga tahun ke depan.
Masa SMA adalah masa pematangan prinsip diri. Kau tahu itu? Kalau masa SMP adalah masa pencarian jati diri, maka, masa SMA adalah masa pematangannya. Ibarat waktu SMP kau mencari bahan baku bangunan, maka, SMA adalah waktu kau harus mulai membangunnya, mengokohkannya, menjadi bangunan tinggi seperti keinginanmu. Mau menjadi seperti apa bangunan itu, semua tergantung bagaimana kau membangunnya.
Apakah menjadi bangunan megah tapi rapuh jika badai datang?
Apakah menjadi bangunan tak menarik tapi kokoh luar biasa?
Atau menjadi bangunan megah dan tetap kokoh ketika badai datang?
Semuanya, tergantung bagaimana kau membangunnya.
SMA, bukanlah waktu untuk bersenang-senang saja. Kau boleh bersenang-senang, tapi kau juga harus ingat bahwa masa SMA bisa berakhir cepat tanpa kau sadari. Mungkin, suatu hari, kau menyadari bahwa kau sudah lulus dari sana dan kau belum melakukan apa-apa yang bisa kau pakai untuk bekal. Kau belum melakukan apa-apa yang berarti padahal kau sudah lulus SMA.
SMA itu sungguh begitu cepat berlalu. Kau tidak bisa membuang masa itu percuma. Selama kau bisa merencanakan masa depanmu dan akan menjadi apa, kau boleh lakukan sesukamu, mengembangkan hobi dan bakatmu, berteman dengan banyak orang, melakukan hal-hal konyol, tertawa sampai perutmu sakit karena banyolan temanmu, atau bahkan jatuh cinta.
See?
Jatuh cinta. Kita sebagai manusia tak bisa lari dari jatuh cinta. Dulu, aku juga mengalaminya. Aku pernah jatuh cinta. Em, okelah, mungkin itu bukan cinta. Entahlah, jatuh cinta atau bukan, aku tidak tahu. Tapi supaya gampang membicarakannya denganmu, kita sebut saja itu jatuh cinta, meskipun itu hanya sekedar suka atau sayang.
Adikku, aku tidak akan heran atau melarang ketika kau mulai jatuh cinta. Cinta adalah hak setiap orang, kan? Aku tidak mungkin merampas hakmu untuk jatuh cinta. Kau boleh jatuh cinta, seperti halnya dulu aku juga jatuh cinta kepada seseorang.
Tapi, tahukah kau bahwa cinta tak sesimpel kelihatannya?
Cinta terlalu agung untuk ditebar ke mana-mana, kan? Seperti yang sudah kita bicarakan kemarin-kemarin, cinta terlalu agung untuk diumbar ke mana-mana.
Jika kau jatuh cinta, jatuh cintalah pada seseorang yang bisa membuatmu lebih baik, bukan malah semakin rusak. Cinta terlalu agung untuk hal-hal yang merusak. Kau tentu tak mau rusak, kan? Perempuan yang merusakmu, kau tidak akan pernah baik jika bersamanya.
Perempuan tukang merayu, jauhilah perempuan macam itu. Jauhilah perempuan yang suka mengumbar kata-kata manisnya. Itu artinya dia tak bisa mengendalikan dirinya. Bagaimana dia bisa mengendalikan hatimu dengan baik kalau dia saja tidak bisa mengendalikan bibirnya sendiri untuk tidak merayumu? Rayuan adalah hal mematikan untuk seorang perempuan terhormat. Perempuan terhormat tidak akan merayu laki-laki. Itu sama saja mengobral harga dirinya. Kau tentu tidak mau jatuh cinta dengan perempuan yang tidak berharga diri, kan? Kau tidak tahu, apakah dia juga merayu laki-laki lain selain dirimu atau tidak. Perempuan yang mudah merayumu, besar kemungkinan dia mudah merayu laki-laki lain juga, kan? Pikirkan itu.
Perempuan tukang meminta, jauhilah perempuan macam itu. Belum jadi istri saja sudah berani meminta hartamu, bagaimana kau bisa yakin dia baik untuk masa depanmu dan bisa menjaga hartamu kelak? Minta dibelikan pulsa? Hei, perempuan yang mempunyai pride dan menjunjung kehormatannya tak akan mau meminta-minta hal seperti itu kepada laki-laki. Apalagi dibarengi kata-kata manis.
Sayang, beliin pulsa dong.
Mas, kalau tetep mau sms sama aku, beliin pulsa ya.
Kakak ganteng, pulsa adhek habis nih.
Paling geli melihatmu diperlakukan seperti itu. Itu menunjukkan dia tak mandiri, kan? Aku tak mau kau dimanfaatkan seperti bank uang. Kau bukan bank uang yang bisa dihubungi kalau sedang butuh uang. Jangan pernah bermain uang dengan yang namanya perempuan. Entah itu membelikan pulsa atau perhiasan dan aksesoris. Jangan pernah! Jangan pernah sampai Allah memperbolehkanmu atas itu.
Kau tahu bagaimana perasaanku ketika ada laki-laki yang memberiku barang-barang? Jujur, aku bingung mau bagaimana dan harus bilang apa selain ucapan terima kasih. Sekarang, dik, coba bayangkan kakakmu ini berada di posisi peminta-minta. Bagaimana tanggapanmu kalau kakakmu ini minta-minta dibelikan pulsa oleh laki-laki? Bagaimana tanggapanmu terhadapku ketika melihat kakakmu ini merayu laki-laki? Apa yang kau pikirkan? Jijik padaku? Bagaimana perasaanmu ketika aku bebas berboncengan dengan banyak laki-laki, atau bersalaman, atau saling bercanda kelewatan batas, atau malah memanggil sayang-sayangan? Atau malah berdua-duaan di tempat sepi?
Bagaimana perasaanmu?
Kau pernah menjawab, “Terserah.” ketika aku tanyakan itu kemarin. Dan kau tahu apa yang aku rasakan? Aku merasa kau membiarkanku masuk neraka dan tak peduli padaku. Jujur, aku sedih menyadari kau tidak peduli padaku dan dengan simpelnya menjawab, “Terserah.”
Jadi, kau akan membiarkanku masuk neraka?
Aku menyayangimu, karena itu, aku tetap kukuh menggenggammu untuk tidak keluar dari jalur Allah. Aku tidak ingin kau membuat Allah murka. Ingat, dik. Dia Maha Kuasa, Dia bisa melakukan apa saja, bahkan menghancurkan kita hanya dalam kedipan mata.
See?
Aku tidak akan pernah membiarkanmu keluar dari jalur Allah. Tidak akan pernah. Jadi, jangan pernah mencoba-coba keluar jalur-Nya. Karena aku menyayangimu.
Kembali ke topik bahasan cinta. Bukalah matamu lebar-lebar. Perempuan yang gampang merayu, atau yang suka minta dibeliin ini itu, atau yang membuka aurat, atau yang tidak bisa menjaga hatinya sendiri, atau yang mudah disentuh banyak laki-laki, apakah kira-kira bisa menjagamu dengan baik? Apakah kira-kira bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak? Apa kira-kira bisa menjadi partner yang baik menuju surga?
Oh, oke, terlalu jauh membicarakan anak denganmu. Kamu saja belum bisa pipis lurus. Plis, deh.... -____-“
Perempuan yang menjaga hatinya dengan sangat rapat, menutup auratnya sehingga tak semua laki-laki bebas menyentuhnya (ingat, menutup aurat, bukan membalut aurat), perempuan yang menghindari laki-laki penggoda, perempuan yang teguh dengan imannya, bukankah itu sebaik-baik perempuan?
Jika kau jatuh cinta, carilah perempuan yang seperti itu. carilah perempuan yang menolakmu untuk pacaran, carilah perempuan yang marah ketika kau menggodanya, carilah perempuan yang menolak semua pemberianmu, carilah perempuan yang bahkan tidak mau kau sentuh, carilah perempuan yang tidak mau kau ajak berdua-duaan di tempat sepi, carilah perempuan yang akan marah ketika kau membuat murka Allah, carilah perempuan yang senantiasa mengingatkanmu ketika kau melangkah di jalan yang tak diridhoi Allah.... Bukankah itu sebaik-baik perempuan?
Sungguh, Allah akan menjaga setiap hati yang saling jatuh cinta karena-Nya. Saling mencintai dalam diam tanpa perlu mengumbarnya, yang menjaga hawa nafsu meskipun rindu begitu menyiksa, yang saling mendoakan untuk dipertemukan Allah di dalam naungannya di setiap sujud panjang.

“Laki-laki baik hanyalah untuk perempuan baik. Laki-laki kafir hanyalah untuk perempuan kafir.”

Itu adalah firman Allah yang tiada secuil keraguanpun di dalamnya. Laa roiba fii hi, hudallilmuttaqiin. Tak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang beriman. Jika kau menghendaki perempuan baik, maka, perbaikilah dirimu. Pantaskanlah dirimu untuk bersanding dengan perempuan baik. Coba kau pikir, apa mungkin perempuan yang sholihah mau menikah dengan laki-laki yang bahkan tidak bisa menjaga dirinya sendiri?
Aku tahu, kau akan sangat tersiksa karena memendam cinta. Tapi, jika siksa itu untuk membuatmu lebih mulia di hadapan Allah, kenapa tidak? Bukankah itu lebih ringan dibanding siksa neraka yang dijanjikan Allah untuk para pembangkang ayat-ayat-Nya?
Carilah seorang perempuan, yang tak akan pernah merusakmu.
Yang tak akan pernah memintamu pacaran.
Yang tak akan pernah menyentuhmu sebelum halal.
Yang tak akan pernah mengumbar rayuan murahan demi debar sesaat.
Yang tak akan pernah mengiyakan berduaan.
Yang tak mau menjadi bekas atau mantan orang lain.
Yang tak mau menjadi piala bergilir laki-laki, putus nyambung putus nyambung....
Adik, aku sudah mengalami banyak sekali luka karena cinta. Bagaimana aku mati-matian memendamnya, bagaimana aku mati-matian membunuh bayangannya, bagaimana aku menangis di setiap sujud kepada-Nya, semua itu aku lakukan karena cintaku kepada Allah.
Yakinlah, dik. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba yang mengutamakan cinta kepada-Nya dibanding kepada makhluknya. Kelak, tiba suatu hari, kau akan menemukan perempuan yang tepat untuk mendampingimu, di bawah ridho Allah, tanpa membuat Allah murka. Tak ada gunanya kau punya pacar kalau kau hanya jadi bekas atau membekasi hati orang lain.
Laki-laki baik tak akan mau merusak kehormatan seorang perempuan sholihah. Kan?
Jangan pernah sekali-kali membuat Allah murka karena cintamu kepada seorang perempuan. Jangan pernah! Karena Allah bisa mengambilnya kapan saja dan di mana saja. Utamakan cinta Allah, maka kau akan menemukan cinta yang benar-benar cinta.

Entah, tulisan ini sampai padamu atau tidak. Kau tak pernah membuka-buka blog ini. Bahkan, kau pun tak tahu kalau aku punya blog.



Dari seorang kakak, yang sangat mengkhawatirkan adik laki-lakinya.
Mbak Rachma <3


Gemolong, 8 Juli 2014
17.48 WIB




Selasa, 17 Juni 2014

Waiting Time




Sudah lebih dari satu jam lalu aku ada di stasiun Solo Balapan, menunggu kereta yang akan berangkat 13.30 nanti.

Hoaaaheeem.....

Ngantuk, sih.... Tapi untung ada wi-fi gratisan dari stasiun. Kecepatan super pula. Ha ha ha.... Download time! :D



Dapat dua film hasil download dan beberapa video kecil-kecil. Lagian juga tadi ketemu sama Ima, adek sekontrakan alias seasrama, ketemu di bus Raka Makmur. Akhirnya kita berangkat bareng. Ini dia ada di sampingku.

Oh ya, ada shooting film, loh! Itu ada banyak kru film di setiap sudut stasiun. Bahkan Ima katanya pernah liat wajah beberapa orang di antara mereka. kayak artis gitu. Tendangan si Madun?
Entahlah, aku tidak begitu mengenal artis-artis. Iya aja lah.... Whatever, I don't care.

Masih setengah jam lagi kereta akan berangkat je Jogja. Sibuk nulis, biar bosannya hilang.

Oke, sampai sini dulu laporannya. mau lanjut browsing dan download video. Ha ha ha!

Fatyana Rachma Saputri, melaporkan dari Stasiun Solo Balapan.
Terima kasih.



Solo Balapan, 17 Juni 2014
13.15 WIB (jam laptop)





Minggu, 08 Juni 2014

Hah.... -_- (I do not know what should I write for the title)



Well, here we are.

Akhir-akhir ini sibuk ngerjain laporan praktikum mata kuliah Practicum of TEFL. Kemarin Jumat baru aja ngumpulin ke Mam Ella. Bukan berarti itu selesai. Handbook materials belum kelar layoutnya, dan hasil revisi nanti masih harus diurus. Deadline tanggal 13 Juni 2014. Jadi, paling enggak, tanggal 11 Juni sudah selesai dan siap cetak beserta penjilidannya. Oke, lupakan sejenak. Biarkan aku nyampah di sini sebentar.

Well, naskah novel, apa kabar?
Ha ha, terbengkalai gara-gara tugas Mam Ella. By the way, aku masih sempet nengok-nengok ke naskah kok, di sela-sela nggarap tugas Mam Ella, sekali-sekali aku ngintip tab Microsoft Word ke naskah dan ke tugas. Berganti-gantian gitu buat refreshing. Spaneng ah, melototin data terus.
Wkwkwk....

Rasanya, kalau aku tidak menyelesaikan naskah itu, aku merasa bersalah pada karakter-karakter di dalamnya. Sama saja aku membuat masalah di antara mereka dan aku tidak bertanggung jawab menyelesaikannya. Ho ho.... 

Maafkan aku, Sho. 
Aku belum menemukan cintamu yang lain selain Mayumi. Aku minta maaf karena membuat Mayumi jatuh cinta pada sahabatmu Hisashi. Itu membuatku sedih memikirkanmu, Sho. Atau.... Kamu sama aku aja, ya? Aku juga suka karaktermu, kok!
(Ha ha ha~)
*plaaak

Shooo.... Akan aku pastikan, kau akan segera mendapat pengganti Mayumi di hatimu. Aku pastikan itu! Tunggu saja sampai halaman ke seratus. Aku jamin kau sudah jatuh cinta pada yang lain.

Well, tujuh puluhan halaman belum membuat cerita ini berakhir. Mungkin, lima puluh halaman lagi, semua sudah akan selesai.
Atau, tujuh puluh halaman lagi?
Ah, gampang. Pasti bisa.

Aku akan bertanggung jawab menyelesaikan masalah mereka karena akulah yang menciptakan masalah di antara mereka hingga menghancurkan persahabatan mereka.

Sho, Hisashi, Mayumi, to Naoko.
Gomenasai.... Hontou ni gomenasai.





Yogyakarta, June 8, 2014
09.40 WIB (jam aspi yang kelebihan lima belas menit)






Senin, 05 Mei 2014

J-Fest 2014




Senin.
Awal minggu yang selalu penuh dengan pekerjaan. Aku bersyukur sempat bersantai-santai selama dua-tiga hari di akhir minggu kemarin, di J-Fest yang diadakan sekolah vokasi UGM.

Acara hari Sabtu dan Minggu.
Aku pergi ke sana dua hari itu.

Hari pertama, aku datang bersama Mbak Dinda dan Fuji, sekitar jam satu. Di sana hanya berisi stand-stand penjual aksesoris Jepang atau pernak-pernik anime. Banyak stand makanan Jepang juga di sana. Aku beli satu aksesoris, sebuah emblem Racon Corps dari anime Shingeki no Kyojin.
Kereeen.... Kembaran sama Mbak Dinda.

Jam lima sore, ada penampilan dari Didi Nini Towok. Beliau memang seorang entertainer.

Selesai, kita pulang Maghrib. Mampir beli bakso. Setelah selesai makan, mereka berdua pulang dan aku langsung ke tempat Pak Bambang buat ngerjain proyek buku.

Hari kedua, Minggu. Ini yang rameeeee.... Kita berangkat berempat. Aku, Mbak Dinda, Fuji, dan Ummi. Banyak cosplay di hari Minggu. Aku sempat ambil beberapa gambar. Di sana juga ketemu beberapa teman. Ada Sari, Ozi, Mas Eka, Chesa, Domi, Ninis, dan lain sebagainya.

Banyak cowok-cowok ganteng juga, bejibun banyaknya. Mwuahahaha.... XD

Berikut ini beberapa foto dari banyak foto yang aku ambil kemarin.

Dari anime Shingeki no Kyojin, yang sekarang lagi booming. Aku sukaaa....
Tapi sayang sekali nggak ada yang ngosplay Jean. -___-"



Jadi inget anime jaman SMP. Naruto! Aaa.... Sekarang Naruto gimana kabarnya, ya?



Nggak tau dari anime apa. Tapi mereka kawaii.... :3



Misa dari Death Note! Yang depan garis-garis hitam putih itu masih kecil, lhooo.... Kayaknya masih SD, deh. Tingginya aja sebahuku. Di foto ini, adheknya ancik-ancik pembatas taman, jadi kelihatan lebih tinggi.



Kaito dan Kagamine Rin dari vocaloid! Yay! Merreka gerombolan, lhooo.... Ada Gakupo, Len, Miku, dan teman-teman vocaloid lainnya. Ngosplay rame-rame.



Mbaknya kirei desu. Tottemo kirei. Tapi kurang tahu dari anime apa. Cuma, mata merahnya itu, sugoi.... :O



Miku, Luka, dan satu lagi itu lupa namanya siapa. Pokoknya mereka dari vocaloid.



Yay! 
Ini favoritkuuu!
Dalamnya ada orang, lho. Pas mas yang di dalam kardus itu jalan, kawaii.... Jalan dengan susah payah, kawaii.... :3



Lupa dari anime apa. Masnya juga nggak kelihatan wajahnya. Nggak tau ganteng apa nggak deh, mwuahahaha.... XD



Kabaret Show.



Digimooon!
Hiyaaat!



Vocaloid lagi. Yang sebelah kiriku itu namanya Gakupo. Yang sebelah kanan.... Double Gakupo?
o.O
Shiranai desu.



Power Rangers!
Gila, rombongan banyak banget. Yang ini, sumpah keren! Bener-bener kayak pasukan Power Rangers beneran. Mas-mas yang sebelah kanan itu rame, lho! Mereka sibuk hore-hore mbahas pose.



Ini Muse. Mereka paling laku keras diajak foto. Terutama sama para abang-abang.
-____-"
Yang perempuan aja ngantri minta foto, apalagi yang laki-laki.



Ini Muse juga.
Mbak yang rambut kuning (dua dari kanan) itu cocok banget kalau ngosplay Annie di Shingeki no Kyojin. Aku dan Mbak Dinda bilang begitu ke dia. Terus mbaknya njawab, mungkin lain kali dia harus coba itu. Mission completed!
XD



Nggak tau dari anime apa. Tapi chemistry mereka berdua dapet banget.



Ini pajangan, foto pas jalan mau pulang. Habis Isya.



Ini.... Kakkoi.



Nggak kelihatan yang di dalem ganteng apa nggak.
xp
Wkwkwk.... *plaaak








Jumat, 25 April 2014

The People



Setiap orang....
Pasti ingin bahagia, kan?

Hidup dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi mereka, yang peduli kepada mereka.

Setiap orang, pasti menginginkan hal itu, kan?

Iya, kan?

Yang terburuk adalah ketika kita sudah mendapatkan orang-orang tersebut tapi tidak bisa mempertahankan mereka untuk terus berada di sisi kita.

Atau, yang lebih buruk lagi, kitalah yang membuat mereka pergi.



Yogyakarta, 25 April 2014
12.47 WIB